Obsesi Menjadi Superman Yang Salah

Ngaku aja deh, kehidupan sosial terkadang meminta anda menjadi sempurna dan berbeda dengan yang lain.

Kadang ini terasa menjengkelkan karena faktanya kesempurnaan itu tak mudah. Tak semudah Roman Abrahamovich memecat Jose Mourinho. Ya , anda hanya manusia biasa yang kadang diberkahi keberuntungan untuk terlihat luar biasa atau berusaha luar bisa untuk menjadi hebat. Padahal itu butuh proses.

Mark Manson dalam The Subtle Art of Not Giving a Fuck (2018) mengatakan bahwa ketika kita lihai disatu bidang maka peluang menjadi medioker disatu bidang lainnya akan sangat terbuka lebar.

Gini aja deh bisa gak Lionel Messi bermain basket seperti Kobe Bryant atau sebaliknya ?

Begitu juga dalam kehidupan lain. Pelaku bisnis yang sukses kadang memiliki kehidupan pribadi yang berantakan. Atlet yang lihai biasanya gak pintar-pintar amat dalam pendidikan. Banyak artis tenar yang gagal paham kenapa orang-orang ngikutin mereka. Apalagi ikut-ikutan live di  Tiktok disaat follower di Instagram cuman 100-an.  Thats life.

Dalam dunia digital yang semakin riuh kita dibekali informasi yang benar-benar berusaha menjadi luar biasa. Banyak video youtube berjudul aksi terbaik Leonel Messi, aksi terburuk Mario Balotelli atau becandaan terlucu pada tahun ini.

Padahal judul-judul itu hanya menjadi pemantik kita saja untuk membaca atau menonton. Jika saja kita lebih teliti sesungguhnya bahkan ada hal-hal yang lebih baik dan buruk dari yang disajikan kanal tersebut. Karena baik dan buruk itu subjektif.

Sama seperti saya menilai Manchester United tim yang buruk, ketika diluar sana banyak yang memuja-muja tim setan merah itu.

Mark Manson berusaha jujur terhadap kesalahan kebudayaan ini. Kebudayaan yang disuburkan dengan perilaku pelaku bisnis, politisi dan artis yang kerap mengatakannya berulang kali untuk menjadi yang terhebat, terkaya atau pemenang. Bahasa kerennya winner takes all. Padahal ketika semua orang menjadi luar bisa bukankah ga ada lagi arti luar biasa ?

Akui saja orang-orang itu berusaha  menjadi luar bisa dengan kerja keras. Kerja keras itu muncul dari kesadaran mereka bahwa mereka masih biasa-biasa aja dan mereka terus melakukan inovasi dalam kemampuannya

Namun jika anda sudah berusaha, ketidakpuasan karena menganggap lebih rendah dari standar nilai ‘luar bisa’ malah membuat anda kerap menyesal.

Megadeth vsMettalica

Ingatlah bahwa mengejar kesuksesan dengan nilai yang berlebihan malah memberikan luka sepanjang hayat.  Ini yang dialami salah satu gitaris terkemuka di dunia pada tahun 1983. Pada saat itu gitaris ini dipecat dari sebuah band metal sebelum band itu mengerjakan kontrak album pertamanya. Pemecatan itu dilakukan dua hari menjelang rekaman dilakukan.

Musisi itu kesal dan dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Los Angeles (LA) kerap bertanya kepada dirinya apa yang dilakukannya dan mengapa ini terjadi ?

Dia kemudian membentuk band baru. Dia bersumpah akan membuat band yang lebih terkenal dan lebih bagus dari band lamanya. Dia berkhayal dia akan tampil di televisi, radio, poster dan reklame bergambar lainnya.

Sementara band yang ditinggalkannya akan melihatnya di televisi, Mereka akan tidur dengan istri yang bukan super model dan groupies yang biasa -biasa aja. Bukan sekelas Cindy Crawford gitu maksudnya.

Selanjutanya adalah dia mencari musisi berbakat selama berbulan-bulan untuk membentuk band. Dia membentuk puluhan lagu dan melakukannya secara terus menerus. Kemarahan menjadi pemicu dan balas dendam selalu ada di otaknya. Setelah bertahun-tahun band barunya mendapatkan kontrak dari label rekaman.

Pada akhirnya dia memang berhasil melahirkan band metal yang sukses. Namanya Megadeth. Band yang berhasil menjual 25 juta album dan melakukan tour ke keliling dunia . ya David Mustane pria itu telah lahir menjadi salah satu musisi beken di jagad musik metal.

Namun band yang ditinggalkanya juga ga kalah beken. Namanya Metallica. Ya Metallica bukan hanya menjadi lagenda tetapi dia menjadi roh dari musik metal. Metallica berhasil menjual 180 juta album ke seluruh dunia. Metallica jauh lebih terkenal ketimbang Megadeth.

David pun menyesali nasibnya dipecat dari Metallica walaupun dengan Megadeth sebenarnya karirnya juga tak buruk buruk amat. David yang terobsesi menjadi luar bisa dengan menjadi populer mengalahkan band lamanya akhirnya mengaku melakukan kesalahan. Padahal David telah menghasilkan jutaan dollar, ribuan fand dan menjadi terkenal dalam bidang yang digelutinya.

Sukses atau tidaknya seseorang kembali kepada nilai. Bagi sebagian orang David Mundane mungkin sudah sukses. Paling tidak kebutuhan hidupnya sudah tercukupi dan dia berhasil menghasilkan karya musik yang keren.

Namun bagi David dia adalah pria yang gagal karena gagal mencapai kesuksesan bersama Metalica atau meraih kesuksesan dalam level yang sama dengan band metal gaek itu.

Perbedaan nilai akan menentukan kebahagiaan anda. Nilai ini yang bisa terkontaminasi dengan asumsi bahwa anda harus menjadi manusia luar biasa, terkenal sejagad raya dan menghasilkan uang jutaan dolar.

Pete Best dan Beatles

Nilai yang berbeda akan menghasilkan kebahagiaan yang berbeda juga. Nah nilai yang berbeda dialami Pete Best ketika digantikan Ringgo Star pada 1962. Pete dipecat sebelum The Beatles mencetak album pertamanya. Setelah berdiskusi dengan Brian Epstein, sang manager, Best keluar dari band terkenal di London itu.

Best ga menjadi superstar seperti David Mundane, bahkan beberapa kali karir musiknya anjlok dan sempat dikabarkan akan melakukan aksi bunuh diri. Sikap dewasa Best membuat dia merasa lebih baik ketika keluar dari band asal liverpool itu. Dia mengaku lebih bahagia setelah keluar dari rutinitas yang membosankan itu.

“I’m happier than I would have been with the Beatles” kata Best dalam sebuah wawancara di 1994.

Nilai-nilai Pete berubah. Dia mulai mengukur hidupnya secara berbeda. Ketenaran ga jauh lebih penting dari keluarga, pernikahan yang stabil dan  kehidupan yang sederhana. Dia bahkan masih bermain drum, melakukan tur Eropa dan merekam album hingga tahun 2000-an.

Jadi apa yang sebenarnya hilang?

Best hanya kehilangan banyak pujian berlebihan dari media dan fans, sedangkan apa yang didapat sangat berarti baginya. Best menjelaskan bahwa keluarnya dia dari The Beatles membawanya bertemu dengan istrinya dan memiliki anak. Best jauh dari hingar bingar dan tentu saja kesombongan ala rock star papan atas.

Kedua contoh diatas membuktikan bahwa nilai memengaruhi cara kita memandang kesuksesan dengan rasa kebahagiaan yang berbeda. Cheers.

Sharing is caring!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *