Cara Tetap Berbisnis Tanpa Harus Resign

Ide memulai bisnis sampingan menjadi isu seksi bagi sebagian pekerja kantoran yang merasa gajinya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Well gaji lima juta sebulan tak akan cukup jika kamu setiap akhir pekan shooping dan berniat memiliki kendaraan SUV terbaru bukan ?

Ini hal normal dalam kehidupan manusia. Ada pepatah selama ada tekad disitu ada jalan. Nah salah satu cara adalah menemukan bisnis sampingan yang tepat.

Chris Guillebeau dalam Side Hustle From Idea To Income in 27 Days (2017) menjelaskan beberapa tips yang bisa dijalani untuk mencari bisnis sampingan yang menguntungkan.

Yang jelas bisnis itu harus menyesuaikan dengan kemampuan, waktu serta bahan yang kamu miliki. Coba lihatlah ketiga faktor diatas dan pikirkan baik-baik.  Setelah itu tugas kamu sebagai adalah mencari bisnis yang menguntungkan. Bisnis ini bisa apa aja ya.

Cocok atau tidak ide muncul dari skill kamu. Salah satu contoh adalah ide membuat klub ice cream yang memberikan rasa kebersamaan ketika makan ice cream antar karyawan. Penjualan es akan menguntungkan jika dipasarkan kepada manajer SDM dan CEO atau orang yang memiliki pengaruh dikantor.

Kedekatan jaringan dengan CEO atau Manager HRD bisa memudahkan pemasaran. Meskipun terkesan memaksa ini bisa jadi cara efektif untuk pemasaran.

Namun jika tidak maka kamu akan sangat bersusah payah ketika melakukannya meskipun lagi-lagi persoalan rasa yang menentukan segalanya.

Dalam konteks bisnis sampingan maka yang harus dihindari adalah bisnis yang susah untuk dilakukan. Ditambah bisnis yang membutuhkan maintenance tinggi.

Nah yang diperlukan adalah bisnis yang simple dan mudah dilakukan. Bisnis ini juga harus bisa menyelesaikan masalah dengan mudah dengan rendahnya biaya perawatan.

Pekerjaan sampingan pun bermacam-macam ada yang berupa layanan jasa atau penjualan produk.

Layanan jasa seperti menjadi pengajar atau memberikan panduan dalam hal mengemudi atau hal lainnya. Sementara penjualan produk meliputi penjualan barang dari A ke B baik secara  langsung atau tak langsung.

Eksekusi bisnis pun dibagi menjadi dua dari starter ide menjadi ide selanjutnya atau next level idea.  Starter ide itu seperti misalnya kamu mengendarai grab car untuk mencari sampingan. Ide awalnya adalah kamu mengendarai mobil karena ada kebutuhan.

Sementara next level idea lebih sustain. Artinya ide ini bisa lebih lama berdampak kepada keuangan kamu dalam jangka panjang.

Next level idea membuat kamu bisa menjadi pelatih bagi driver uber. Kamu bisa menunjukan bagaimana mencari cuan sebesar-besarnya sebagai driver uber.

Starter ide lainnya adalah menjual barang-barang milik sendiri ke orang lain. Jika kamu memiliki barang maka kamu bisa menjual ke orang yang membutuhkan. Ide lanjutannya adalah membeli barang orang lain dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Pilihan-pilihan itu bisa dikaji dengan melihat kebutuhan serta keinginan dalam bekerja apakah mau kerja full time atau sampingan dengan pendapatan yang maksimal kamu pilih yang mana ?

Wajib Melakukan Promo Kreatif 

Ketika ide sudah ada kamu harus menemukan cara untuk menjual ide kamu. Hal ini dialami Jake Posko yang bekerja di kampus dan mencari pendapatan dari bermain musik.

Jake kemudian berpikir untuk bermain gitar untuk streaming video ke youtube. Tetapi ide ini tampak sulit dengan banyaknya pemain gitar keren yang membuat video.

Jake ga kehabisan ide, dia akhirnya membuat belajar gitar untuk beberapa segmen seperti anak-anak, orang yang sibuk dan orang lainnya.

baca juga  : Lima Cara Memulai Bisnis dengan Budget Mini

Dia menjual pengalamanya sebagai instruktur giutar selama lima belas tahun dan 20 tahun manggung sebagai penyanyi kafe.

Slogan Jake juga keren “Most awesome guitar lessons in the universe”. Contoh dari Jake ini merupakan salah satu cara untuk mencari pasar dengan cara yang tak biasa ketimbang “Guitar teacher for here” yang kedengeran sih biasa-biasa aja.

Jadi ada tiga unsur yang kamu harus perhatikan ketika berpromosi yakni janji, pitch dan harga.

Janji berisikan pedoman bagaimana bisnis ini bisa merubah hidup seseorang. Pitch adalah alasan kenapa seseorang membeli layanan kamu. Kemudian yang ketiga adalah harga. Berapa harga yang dibayarkan untuk jasa kamu.

Menentukan Imbalan yang Sesuai

Setelah ada ide kemudian kamu harus memikirkan harga. Ya ini kan bukan hobi cuma-cuma yang tak mengisi dompet kamu bukan ?

Persoalan harga penting juga karena akan menentukan masa depan bisnis kamu kedepan. Kamu harus hati-hati juga karena harga yang rendah akan menghasilkan sedikit cuan. Sebaliknya harga yang tinggi bisa membuat produk atau layanan kamu menjadi ga kompetitif.

Jika menjual barang, kamu juga harus memikirkan volume yang akan dijual. Apakah Kamu ingin menjual produk dengan volume rendah atau jumlah yang lebih besar.

Untuk volume lebih tinggi produk kamu gak harus mahal tetapi untung sedikit sudah cukup lah. Biasanya sih ini berlaku untuk berang-barang kebutuhan pokok atau makanan/minuman.  Tetapi untuk produk dengan volume rendah, margin Kamu harus jauh lebih tinggi.

Menjual barang berbeda dengan menjual layanan. Jika kamu menyediakan layanan seperti konsultan properti maka kamu tak harus menurunkan tarif kamu.

Klien pada umumnya membayar  keterampilan dan keahliannya, serta waktu yang dia habiskan terhadap semua tugas yang perlu diselesaikan  untuk membuat proyeknya sukses.

Saat kamu membuat keputusan ini, jangan hanya mempertimbangkan waktu yang dihabiskan untuk sampingan itu, pastikan Kamu mempertimbangkan waktu persiapan yang diperlukan atau waktu yang hilang untuk  pekerjaan itu.

Sara misalnya memutuskan bahwa USD 100 per jam  adalah harga yang pas untuk pekerjaannya.  Itu yang dia usulkan ke pengembang real estate yang akhirnya menjadi kliennya, dan mereka setuju.

Logika sederhanya adalah karena ini adalah proyek di waktu luang maka penghasilan  yang kamu hasilkan perlu sebanding dengan waktu luang tersebut.  Idealnya, kamu tidak akan membuat hanya penghasilan minimum yang dapat diterima setiap jam.

Berbisnis sampingan bukan hobi, jadi jika waktu yang kamu habiskan tak sebanding dengan pendapatan yang kamu terima, kamu harus memikirkan lagi pekerjaan sampingan ini. Apakah pekerjaan ini layak dilakukan atau tidak ?  Jadi apakah kamu mau memulai bisnis sampingan ?

 

 

Sharing is caring!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *