Dua Hari Terpapar Turunan Virus Korona, Gerak Saham Resto Masih Menarik

Pergerakan bursa saham indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun selama dua hari berturut-turut. IHSG jatuh dari 6165 ke 6008 atau 2,54 persen dalam kurun waktu 22 hingga 23 Desember 2020.

Pemicunya adalah turunan virus korona di Inggris yang bisa menyebabkan aksi lock down kembali terjadi di berbagai dunia. Turunan virus ini menggemparkan indonesia sehingga membuat pemerintah melarang kedatangan WNA bahkan WNI dari negara asal sepakbola itu.

Cottonbro. Pexels.

Nah jika lockdown terjadi, salah satu sektor saham yang akan terkena dampaknya adalah saham resto. Tentu saja para resto akan kesulitan memasarkan produknya secara direct dan mau tau mau memasarkan produk secara online. Padahal kontsibusi penjualan online juga masih sedikit.

Dalam dua hari bearish day tersebut beberapa saham resto bergerak bervariasi. Dalam pantauan  sonpost  tampak bahwa saham resto seperti PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) jatuh dari Rp 480 per lembar saham ke Rp 446per saham  atau 7 persen.

Saham PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) bergerak dari Rp 840 per saham ke Rp835 per saham atau minus 0,59 persen. Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) bergerak dari Rp 1240 ke Rp 1090 atau minus 12 persen . Sementara itu saham penunjang resto lainnya seperti PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dari Rp 174 ke Rp 170 atau minus 2,29 persen.

Penjelasan

Kejatuhan saham DUCK bisa dimengerti karena bisnis resto yang ekslusif dengan penempatan di mall akan menyulitkan perusahaan bergerak jika virus ganas corona menyebar kembali secara cepat.

Kinerja saham FAST juga dipahami karena kinerja resto Fast Food itu cukup terpuruk pada kuartal III 2020 dengan merugi Rp298 miliar. Saham FAST sempat bangkit seiring dengan peluncuran Taco Bell di Jakarta.

Nah, logika kenapa saham PZZA hanya turun sedikit karena PZZA termasuk perusahaan yang ruginya lebih kecil di segmen fast food. PZZA juga bisa berjualan melalui channel online atau jemput bola dengan berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, Saham BEEF bisa resilient dengan mulai aktif berjualan melalui channel online. BEEF cukup aktif berjualan di e-commerce seperti tokopedia, shoope dan bibli. Penjualan BEEF juga semakin kuat karena posisinya sebagai leader di penjualan makanan kemasan beku secara online.

Aksi Buy

Kemudian akankah penurunan ini akan berlanjut jika virus terus mengganas ? Bill Gates sudah mewanti-wanti adanya kehancuran ekonomi dalam enam bulan kedepan. Namun disisi lain, adanya vaksin memberikan ketenangan bagi para pencari cuan di pasar saham.

Jika ekonomi membaik aksi buy bisa saja menjadi opsi untuk bertaruh yang baik (good bet) ditengah kekacauan. Selama masih ada duit cadangan di dompet rasanya sih menarik….

*(Artikel bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Risiko ditanggung sendiri). 

Sharing is caring!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *