Dibalik tekanan terhadap kinerja perusahaan konsumer, masih ada yang mampu menunjukan taring di kuartal I 2022. Salah satunya adalah PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP). Ya saham produsen es krim kedua terbesar di indonesia itu mampu unjuk gigi pada awal tahun ini.

Performa Campina mampu tumbuh double digit ditengah kondisi yang menantang. Laba bersih mencapai Rp27,9 miliar pada kuartal I 2022 atau naik 63 persen dari tahun sebelumnya periode yang sama sebesar Rp17,1 miliar. Tak hanya itu penjualan bersih juga naik pesat dengan tumbuh sebesar 11 persen dengan mencapai Rp258 miliar.

Performa Campina semakin oke dengan usaha perusahaan menurunkan beban pokok penjualan. Dampaknya ya perusahaan bisa menaikan margin laba kotor menjadi 57 persen dari tahun lalu periode yang sama sebelumnya mencapai 55 persen.

Usaha ini patut diapresiasi karena perusahaan menghadapi pesaing dari eskirm asal tiongkok seperti PT Yili Indonesia Diary dengan merek Joyday yang menjual barang dengan lebih murah. Persaingan harga ini berusaha dimenangkan dengan mendorong kenaikan marjin laba kotor.

Campina juga berhasil mendorong kenaikan margin laba bersih dari 7,3 persen menjadi 10,8 persen. Alhasil laba per saham mencapai Rp4,75 per lembar saham dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,91 per lembar saham.

Beban Penjualan Turun

Dilihat dari laporan keuangan, Campina berhasil menurunkan beban penjualan dengan mencapai Rp43 miliar dari tahun sebelumnya periode yang sama sebesar Rp47 miliar. Porsi beban penjualan mencapai 37 persen atau turun dari 42 persen dari total beban pada kuartal I 2022. Ini mengindikasikan biaya pemasaran Campina yang semakin efektif karena meskipun turun berhasil mendongkrak penjualan.

Sales & Marketing Director PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Adji Andjono mengatakan dalam tiga tahun terakhir porsi placement media digital trennya cenderung meningkat dari Campina. Faktor pendorongnya, penggunaan media digital cenderung lebih cepat di kalangan usia muda, yang menjadi salah satu segmen besar yang dibidik.

Ekuitas Campina 

Ekuitas Campina mencapai Rp1,05 triliun pada kuartal I 2022 atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,022 triliun. Utang naik dengan mencapai Rp168 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp124 miliar. Lonjakan utang muncul dari utang usaha pihak ketiga yang mencapai Rp69,5 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp41,7 miliar.

Aset Campina mencapai Rp1,2 triliun. Aset lancar dan tak lancar kompak naik dengan masing-masing sebesar Rp914 miliar dan Rp305 miliar. Jika dihitung melalui rumus Price Earning Ratio (PER), maka Campina sebesar 16,11 x. (pergerakan saham CAMP dilihat disini). Relatif lebih murah ketimbang pesaing Pt Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) dengan PER 21 x. Saham konsumer lan seperti KEJU dijual pada PER 12x.

Sharing is caring!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *