Saham perkapalan masih membukukan kinerja yang menarik sampai saat ini. Dari data tampak bahwa hampir semua saham kapal berkinerja baik di kuartal I 2022.

Simak saja saham-saham itu mencapai arus kas berlebih karena kenaikan margin pendapatan. Penyebabnya karena biaya pengiriman kapal kargo serta komoditas yang semakin seksi di tengah perang Rusia dan Ukraina.

Kinerja saham yang melambung dimulai dari PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI), PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS), PT Temas Tbk (TMAS) hingga PT Trans Power Marine Tbk (TPMA). Kinerja keuangan keempat emiten itu melonjak pesat pada kuartal I 2022,

SMDR mencetak pendapatan sebesar USD 250 Juta dan laba bersih sebesar USD 88 Juta. PSSI mencetak pendapatan USD 26 Juta sebesar dan laba bersih sebesar USD 9 Juta.

RIGS meraih pendapatan sebesar USD 16 Juta dan laba bersih sebesar USD 1,6 Juta. TPMA mencetak pendapatan sebesar USD 12 Juta dan laba bersih sebesar USD1,9 Juta. TMAS meraih pendapatan sebesar Rp1,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp357 miliar.

SMDR meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 340 persen. PSSI meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 288 persen. RIGS meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 170 persen. TPMA meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 104 persen. TMAS mencetak pertumbuhan laba bersih 1.175 persen.

Kenaikan laba bersih mendorong laba per saham atau earning per share (EPS) perusahaan. Menjadi kabar bagus buat investor karena kenaikan EPS kerap berkorelasi dengan harga saham perusahaan. Berikut dibawah ini EPS dari emiten diatas.

Untuk pergerakan saham bisa dilihat disini. 

Mana yang masih murah ?

Rumus yang menentukan saham masih murah yang kerap digunakan adalah PBV dan PER. Price Book Value (PBV) menghitung harga saham aktual dengan nilai buku berdasarkan ekuitas perusahaan. Rumusnya sederhana yakni ekuitas dibagi jumlah saham beredar. Kemudian hasilnya dibagi dengan harga saham per lembar.

Sementara itu Price Earning Ratio (PER) adalah ratio harga saham dengan laba per saham yang diraih perusahaan. Semakin kecil PER berarti rasio laba dengan harga saham semakin rasional atau masuk akal sehingga bisa dibilang murah. Murah dalam artikan jika PER 5x maka investor masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring dengan performa perusahaanya.

Namun rumus PER kerap dilanggar dalam dinamika pasar modal jika mengingat laju saham-saham bank digital yang terjadi pada tahun lalu.

 

 

Kemudian dari sisi PER maka tampak bahwa RIGS masih menjadi emiten termurah di sektor ini. Dalam data tampak bahwa PER RIGS hanya 2,8x, SMDR sebesar 3.08 x, lalu ada TPMA dengan 10,29x disusul TMAS dengan 12,87x.

 

Oh, iya artikel ini sekadar sharing mengenai data emiten terkini, bukan ajakan membeli.

Sharing is caring!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *