Pandemi Covid-19 memberikan kebangkitan bagi saham pelayaran. Di era maraknya pembatasan perdagangan antar negara ongkos pelayaran melonjak karena keterbatasan kargo kosong untuk ekspor. Dampaknya harga pengiriman kargo jadi mahal.

Mahalnya harga kargo selaras dengan kenaikan harga komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO), komoditas minyak dan batu bara. Saham pelayaran yang mengangkut komoditas itu terimbas dampaknya.

Kinerja Saham Pelayaran 

Kinerja beberapa saham pelayaran melonjak seperti misalnya PT Temas Tbk (TMAS) yang laba bersihnya naik pesat. Laba bersih TMAS mencapai Rp623 miliar pada kuartal III 2021 atau naik pesat dari sebesar Rp5,3 miliar.

Kenaikan laba bersih saham pelayaran TMAS ditopang dari pelepasan aset tetap yang sebesar Rp610 miliar. Naik pesat dari tahun sebelumnya sebesar Rp16 miliar. Namun pendapatan jasa TMAS juga naik pesat dengan mencapai Rp2,3 triliun.

Emiten yang tak mengangkut komoditas sebagai andalan utama juga mencetak perbaikan pendapatan. Misalnya, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang berhasil meraih laba bersih pada kuartal III 2022 sebesar USD 77 juta atau naik pesat dari  sebesar USD 8,2 juta. Kenaikan laba bersih SMDR terjadi ditengah pendapatan jasa yang mencapai USD442 juta pada kuartal III 2022.

Kemudian, ada saham pelayaran PT Pelita Samudera Shiping Tbk (PSSI) yang berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 300 persen dengan mencapai USD 15,4 juta. Ketiga saham diatas dalam setahun sudah naik pesat. PSSI naik 138 persen, SMDR naik 327 persen, TMAS naik 2001 persen.

Belum Naik Banyak

Saham pelayaran yang kinerjanya membaik tapi belum naik banyak adalah PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) yang juga berhasil mencetak kenaikan laba bersih signifikan namun sahamnya minus 62,45 persen dalam setahun. Laba bersih TPMA sebesar USD 3,4 juta pada kuartal III 2021 atau naik tiga kali lipat dari capaian 3 September 2020 sebesar USD 1,16 juta.

TPMA masih memiliki peluang besar di masa depan dengan kongsi JV dengan anak usaha Tsingshan Group untuk mengangkut bahan baku nikel dari Sulawesi yang diperkirakan akan booming di masa depan ketika era mobil listrik merajai dunia. Ditambah permintaan batu bara yang masih tinggi untuk mendukung pemulihan ekonomi global.

Artikel lain mengenai investor korsel. 

Sharing is caring!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *