Google memiliki banyak cara menjadi raksasa di dunia digital. Cara iniĀ  yang banyak ditiru perusahaan rintisan yang berusaha meniru kesuksesan Google.

Dari situs search engine (SE) yang biasa-biasa saja Google menyalip Yahoo, raja sebelumnya, dan menjadi pemain penting dalam dunia digital.

Peter Thiel Zero To One, Notes Startups Or How To Build The Future (2018) menjelaskan cara sukses Google dalam dunia digital dengan melakukan monopoli.

Monopoli bukan berarti menguasai semua bisnis secara dominan.

Tetapi dengan menjadi pemain besar atau pemegang market share secara dominan dalam suatu pasar kecil yang membuatnya meneguk keuntungan secara gila-gilaan.

Bisnis utama Google adalah pencarian situs (SE). Google memiliki 68 persen dari pangsa pasar (SE) pada 2014.

Microsoft dan Yahoo memilki 19 persen dan 10 persen pangsa pasar SE.Google juga memegang resmi kamus oxford english. Google adalah raja di bidang SE.

Nilai Tambah Google

Keberhasilan bisnis Google karena Algoritma SE memberikan hasil lebih baik daripada yang lain.

Teknologi eksklusif untuk pencaharian halaman yang sangat singkat dan alat pelengkapan otomatis yang sangat akurat menambah kekuatan produk SE.

Akan sangat sulit bagi siapa pun untuk melakukan apa yang Google lakukan kepada semua perusahaan mesin pencari lainnya di awal tahun 2000-an.

Kekuatan teknologi perusahaan harus 10 kali lebih baik dari pesaingnya untuk mencapai keunggulan monopoli yang nyata.

Apa pun yang dianggap kurang akan dianggap sebagai perbaikan marjinal dan akan sulit dijual di pasar yang sudah ramai.

Periklanan Goggle melalui SE di Amerika Serikat mencapai USD 17 miliar. Periklanan online di AS mencapai USD 37 miliar. Pasar seluruh periklanan di AS USD 150 billion sementara nilai pasar periklanan global mencapai USD 495 billion pada 2012.

95 persen pendapatan Google masih dari SE, produk lainnya meraih USD 2,3 miliar pada 2012. Produk teknologi hanya berkontribusi 0,24 persen dari pasar global yang mencapai USD964 miliar.

Sangat jauh dari monopoli bukan ?

Secara dunia iya tapi di AS (pasar yang kecil) Google sudah menguasai hampir sebagian besar periklanan melalui online.

Monopoli Kreatif

Meskipun terlihat kecil Google menciptakan monopoli secara kreatif yang memberikan keuntungan dari setiap produk kepada ekosistem lainnya.

Kehadiran Google ads memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga kreator seperti bloger atau youtubers.

Google Play juga memberikan keuntungan bagi pengembang aplikasi untuk meraih keuntungan dari iklan. Ini yang membuat Google terus tumbuh.

Sementara itu, kompetisi ketat hanya menghasilkan margin keuntungan yang kecil, tanpa diferensiasi dan berusaha bertahan dengan laba yang kecil.

Kompetisi ketat terjadi dalam beberapa industri seperti penerbangan dan telekomunikasi yang menghasilkan margin yang kecil.

Ketika mereka saling menurunkan tarif yang terjadi adalah margin keuntungan tertekan dan laba perusahaan semakin tergerus.

Gaya bisnis maskapai penerbangan bukan hal yang menguntungkan. Persaingan yang keras hanya membuat margin keuntungan pelaku maskapai tertekan.

US Airlines misalnya sudah memiliki jutaan penumpang dan menghasilkan miliaran dolar setiap tahun.

Namun ketika tarif penerbangan turun menjadi USD 178 per perjalanan keuntungannya dalam setiap penerbangan hanya 37 cent per penerbangan.

Sementara itu, Google yang berpendapatan lebih kecil saat 2012 mencapai USD 50 miliar (jauh dibawah penerbangan sebesar USD 160 miliar) berhasil menciptakan margin keuntungan sebesar 21 persen dari pendapatannya.

Margin keuntungan Google bisa mencapai 100 kali lebih banyak ketimbang margin perusahaan penerbangan itu.

Google memulai segala sesuatnya dari hal yang kecil dan kemudian membesar.

Google memulai dari bisnis pencarian situs dan berkembang hingga menjadi perusahaan periklanan. Hingga memiliki aplikasi android dan produk smartphone.

Amazon Meniru Google

Strategi yang dilakukan Google untuk membesarkan diri dari pasar yang kecil juga sukses dilakukan oleh Amazon dan Ebay. Kedua situs yang awalnya memulai dari pasar kecil dan berkembang ke pasar yang lebih luas.

Amazon menunjukkan bagaimana hal itu bisa dilakukan. Ini sesuai dengan Visi Jeff Bezos awalnya untuk mendominasi semua ritel online, tetapi dia memulainya dengan berjualan buku.

Jeff melihat potensi bahwa ada jutaan buku yang bentuknya serupa dan mudah dikapalkan, dan beberapa buku-buku yang paling jarang terjual, juga bisa menarik konsumen.

Amazon bertaruh dengan menjual 10 kali lipat buku diatas toko buku lainnya. Ketika diluncurkan pada 1995, Amazon dapat mengklaim sebagai “toko buku terbesar di dunia” .

Tidak seperti toko ritel lainnya, Amazon tidak perlu secara fisik menyimpan buku apa pun. Amazon hanya meminta judul dari pemasoknya setiap kali pelanggan melakukan pemesanan.

Amazon kemudian memiliki dua opsi: memperbanyak jumlah orang yang membaca buku, atau memperluas ke pasar yang mirip. Mereka memilih yang terakhir dengan berjualan CD, video, serta perangkat lunak.

Amazon terus memperluas pasar sampai dia menjadi toko yang menjual aneka keperluan dan bahkan sekarang memiliki toko ritel yang menjual beragam kebutuhan pokok. Tidak hanya menjual buku.

EBAY Memulai dari Ceruk Kecil

EBay juga pada awalnya fokus pada ceruk pasar yang kecil. Ketika muncul pada tahun 1995 ebay fokus kepada penjualan Beanie Baby.

Setelah memonopoli perdagangan Beanie Baby, eBay tidak langsung melompat ke penjualan lainnya namun terus melayani orang-orang yang memikili hobi tertentu hingga menjadi pasar paling tepercaya bagi orang-orang yang berdagang secara online.

Pelajaran yang telah dipelajari eBay dalam beberapa tahun terakhir adalah tak merubah memonopoli tetapi fokus kepada hal-hal yang bersfat kegemaran atau hobi.

eBay menemukan bahwa bisnisnya bekerja paling baik untuk produk yang unik seperti koin dan perangko. eBay bekerja kurang baik untuk penjual pensil atau tisu. Pembeli lebih suka membelinya dari Amazon.

eBay berusaha melakukan monopoli di pasar yang kecil dan berkembang secara hati-hati untuk ke pasar yang baru.

Google, Amazon dan Ebay adalah contoh perusahaan yang sukses membuat pengembangan setelah mendominasi ceruk tertentu dan kemudian menskalakan ke pasar yang tak jauh dari prinsip mereka.

Gandeng Aplikasi, Perkecil Aset

Bisnis yang sifatnya monopoli akan kuat jika pengeluaran tetapnya bisa mendorong kenaikan penjualan. Banyak bisnis yang ga bisa tumbuh besar kerena hanya memiliki amunisi yang terbatas.

Amunisi terbatas karena pasar yang mau diraih sulit tumbuh tanpa pasokan modal yang gede seperti membeli ruko.

Bisnis yang bersifat jasa tanpa dukungan aplikasi biasanya sangat sulit untuk memonopoli.

Contohnya jika anda memiliki studio yoga maka anda hanya bisa melayani segelinstir konsumen. Anda bisa aja menyewa instruktur dan mencari lokasi baru. Tapi tetap aja margin keuntungan akan tetap rendah.

Belakangan ini muncul aplikasi untuk yoga dengan aplikasi yang mempertemukan penyuka yoga dalam tempat kosong yang disulap menjadi studio yoga.

Dengan membayar instruktur dan tempat sewa, anda tak perlu membeli rumah atau gedung untuk memiliki studio yoga. Jadi bisnis studio yoga akan mengalami distrupsi jika tak mengandeng bisnis aplikasi.

Sharing is caring!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *